Satu Peta untuk Seluruh Tanah Umat
BUMI WAKAF memetakan aset tanah wakaf nasional beserta legalitas, nazhir, kondisi lapangan, dan potensi pemanfaatannya — lengkap dengan alat pengumpul data yang dipakai petugas kecamatan di lapangan.
tanah wakaf di 435.768 lokasi di seluruh Indonesia. Dan dari seluruh luasan itu —
Sumber: BWI SuperApps, 2026 · Kemenag, April 2026
Bukan dugaan. Ketiganya terbaca langsung dari berkas nyata yang kami terima dan dari keterangan petugas kecamatan yang menjalankannya.
Dari 13 bidang di berkas nyata Kota Tangerang Selatan, hanya 4 yang punya titik koordinat dan 3 yang punya keterangan penggunaan. Bidang tanpa koordinat tidak bisa dipetakan; tanpa keterangan penggunaan tidak bisa dinilai potensinya.
Petugas kecamatan turun ke lapangan dengan alat seadanya. Google Form tidak bisa mengambil GPS, tidak bisa memvalidasi nomor hak, tidak bisa bekerja tanpa sinyal — dan hasilnya berhenti sebagai spreadsheet lain.
Nazhir memegang hektaran tanah tanpa akses ke mitra. Mitra mencari lahan tanpa tahu tanah wakaf adalah pilihan. Tidak ada tempat mereka bisa saling menemukan.
Tiga lapis: data yang mengumpulkan dan memastikan benar, wawasan yang mengubahnya jadi keputusan, dan peluang yang mempertemukan lahan dengan mitra.
Nasional → provinsi → kabupaten/kota → kecamatan → kelurahan → bidang. Lima lapisan tampilan, filter lengkap, pengelompokan penanda.
Buka petaWizard enam langkah yang bisa diisi sambil berdiri di lokasi. Ambil GPS, tempel tautan Bhumi, foto bergeotag, bekerja tanpa sinyal.
Coba wizardnyaAngka nasional bersumber, tren sertifikasi, prioritas pendampingan wilayah — diurutkan dari yang paling butuh dibantu.
Lihat dasborTautan Bhumi ATR/BPN diurai otomatis jadi koordinat. Sudah jalan hari ini — tanpa kunci API, tanpa MoU.
Coba langsungSusun kebutuhan dalam satu kalimat. Sistem menerjemahkannya jadi filter, lalu menjelaskan kenapa tiap bidang cocok.
Mulai menjelajahSeluruh rumus skor, bobot, sumber variabel, dan batasannya ditampilkan terbuka — lengkap dengan kalkulator yang bisa dicoba.
Lihat metodologiAngka nasional di seluruh layar bersumber dari BWI SuperApps dan Kemenag, dan setiap angka mencantumkan sumber serta tanggalnya.
Data tingkat bidang berasal dari berkas asli Kemenag untuk Kota Tangerang Selatan — 13 bidang, 11,45 Ha. Bidang di luar itu dibuat untuk menunjukkan bentuk sistem setelah survei berjalan, dan selalu ditandai sebagai ilustratif. Tidak ada data karangan yang disajikan seolah resmi.