BUMI WAKAF

Satu Peta untuk Seluruh Tanah Umat

Memuat sebaran aset wakaf0
lokasi terdata · sumber BWI SuperApps
Kementerian Agama Republik IndonesiaDirektorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
BUMI WAKAFKementerian Agama RI
Mockup presentasi · September 2026

Satu peta untuk
seluruh tanah umat

BUMI WAKAF memetakan aset tanah wakaf nasional beserta legalitas, nazhir, kondisi lapangan, dan potensi pemanfaatannya — lengkap dengan alat pengumpul data yang dipakai petugas kecamatan di lapangan.

277.203 Ha

tanah wakaf di 435.768 lokasi di seluruh Indonesia. Dan dari seluruh luasan itu —

4,8%yang produktif
secara ekonomi

Sumber: BWI SuperApps, 2026 · Kemenag, April 2026

Komposisi pemanfaatan nasional
  • Masjid & Mushola65,2%
  • Pendidikan18,7%
  • Sosial8,9%
  • Ekonomi4,8%
  • Lainnya2,4%

Tiga kebocoran yang saling mengunci

Bukan dugaan. Ketiganya terbaca langsung dari berkas nyata yang kami terima dan dari keterangan petugas kecamatan yang menjalankannya.

31%
bidang punya koordinat

Data tidak lengkap di tingkat bidang

Dari 13 bidang di berkas nyata Kota Tangerang Selatan, hanya 4 yang punya titik koordinat dan 3 yang punya keterangan penggunaan. Bidang tanpa koordinat tidak bisa dipetakan; tanpa keterangan penggunaan tidak bisa dinilai potensinya.

0
alat lapangan yang memadai

Tidak ada pintu masuk data yang layak

Petugas kecamatan turun ke lapangan dengan alat seadanya. Google Form tidak bisa mengambil GPS, tidak bisa memvalidasi nomor hak, tidak bisa bekerja tanpa sinyal — dan hasilnya berhenti sebagai spreadsheet lain.

4,8%
wakaf yang produktif secara ekonomi

Yang punya lahan & yang punya modal tak bertemu

Nazhir memegang hektaran tanah tanpa akses ke mitra. Mitra mencari lahan tanpa tahu tanah wakaf adalah pilihan. Tidak ada tempat mereka bisa saling menemukan.

Apa yang dibangun

Tiga lapis: data yang mengumpulkan dan memastikan benar, wawasan yang mengubahnya jadi keputusan, dan peluang yang mempertemukan lahan dengan mitra.

Peta berjenjang

Nasional → provinsi → kabupaten/kota → kecamatan → kelurahan → bidang. Lima lapisan tampilan, filter lengkap, pengelompokan penanda.

Buka peta

Survei lapangan

Wizard enam langkah yang bisa diisi sambil berdiri di lokasi. Ambil GPS, tempel tautan Bhumi, foto bergeotag, bekerja tanpa sinyal.

Coba wizardnya

Dasbor & analitik

Angka nasional bersumber, tren sertifikasi, prioritas pendampingan wilayah — diurutkan dari yang paling butuh dibantu.

Lihat dasbor

Jembatan ke BPN

Tautan Bhumi ATR/BPN diurai otomatis jadi koordinat. Sudah jalan hari ini — tanpa kunci API, tanpa MoU.

Coba langsung

Jelajah peluang

Susun kebutuhan dalam satu kalimat. Sistem menerjemahkannya jadi filter, lalu menjelaskan kenapa tiap bidang cocok.

Mulai menjelajah

Metodologi terbuka

Seluruh rumus skor, bobot, sumber variabel, dan batasannya ditampilkan terbuka — lengkap dengan kalkulator yang bisa dicoba.

Lihat metodologi

Dari mana datanya

Angka nasional di seluruh layar bersumber dari BWI SuperApps dan Kemenag, dan setiap angka mencantumkan sumber serta tanggalnya.

Data tingkat bidang berasal dari berkas asli Kemenag untuk Kota Tangerang Selatan — 13 bidang, 11,45 Ha. Bidang di luar itu dibuat untuk menunjukkan bentuk sistem setelah survei berjalan, dan selalu ditandai sebagai ilustratif. Tidak ada data karangan yang disajikan seolah resmi.

Berkas sumber
DATA 1.xlsx · sheet “5000-2 ha
Bidang di berkas
13 bidang
Total luas
11,45 Ha
Punya koordinat
4 dari 13
Punya keterangan penggunaan
3 dari 13
Nazhir unik
12 orang — semuanya perseorangan
Rentang tahun sertifikat
2006–2020
Bidang di demo ini
13 asli + 52 ilustratif
Lihat pembongkaran berkasnya