Metodologi Skor
Halaman ini menjawab pertanyaan yang pasti muncul: “angka 87 itu dari mana?”
- 1Skor tidak pernah tampil sendirian. Selalu bersama komponen penyusun, bobot, dan sumber tiap variabel. Tidak ada angka telanjang di mana pun di aplikasi ini.
- 2Skor selalu berlabel indikatif. Ini bukan penilaian aset (appraisal), bukan dasar penetapan nilai, dan tidak boleh dipakai sebagai dasar transaksi.
- 3Derajat keyakinan ikut ditampilkan. Bidang yang datanya 40% lengkap tidak boleh memberi kesan sama pastinya dengan bidang yang 95% lengkap.
Hitung Sendiri
Ubah nilainya, lihat skornya bergerak. Inilah seluruh rumusnya — tidak ada yang disembunyikan.
- Nazhir perseorangan — dorong peralihan ke badan hukum
- Kesediaan nazhir bermitra belum ditanyakan
- Keterangan penggunaan belum tercatat
Skor bersifat indikatif. Bobot belum disahkan secara metodologis — lihat halaman Metodologi. Lihat metodologi
Indeks Kesiapan Wakaf
Menjawab: kalau mau dikembangkan sekarang, seberapa siap? Skala 0–100, 11 komponen dalam empat pilar.
- A1Status sertifikatmaks 18Bersertifikat 18 · Proses 9 · AIW saja 5 · Belum 0
- A2Kejelasan nazhirmaks 10Badan hukum 10 · Organisasi 8 · Perseorangan aktif 5 · Tidak diketahui 0
- A3Bebas sengketamaks 7Tidak ada catatan sengketa 7 · Ada indikasi 0
- B1Luas memadaimaks 8≥1 Ha 8 · ≥5.000 m² 7 · ≥2.000 m² 5 · ≥1.000 m² 3 · <1.000 m² 1
- B2Aksesibilitas jalanmaks 9Arteri/kolektor 9 · Lokal aspal 7 · Lingkungan 4 · Setapak 1
- B3Utilitas (listrik & air)maks 5Listrik & air 5 · Salah satu 3 · Tidak ada 0
- B4Kondisi fisik lahanmaks 3Siap bangun 3 · Pematangan ringan 2 · Pematangan berat 0
- C1Kesesuaian RTRWmaks 12Sesuai RTRW 12 · Perlu kajian 6 · Bertentangan 0
- C2Potensi ekonomi lokasimaks 8Dihitung dari kepadatan penduduk sekitar
- D1Status pemanfaatan saat inimaks 10Belum dimanfaatkan 10 · Sebagian 6 · Penuh non-produktif 3 · Penuh produktif 0
- D2Kesiapan nazhir bermitramaks 10Bersedia 10 · Terbuka 6 · Belum ditanya 3 · Menolak 0
Dihitung terpisah dari skor, berdasarkan berapa dari 11 komponen yang datanya benar-benar ada. Aturan tegasnya: komponen tanpa data diberi nilai nol, bukan nilai tengah. Memberi nilai tengah pada data yang tidak ada sama dengan mengarang, dan itu akan ketahuan.
Skor Potensi Pemanfaatan
Berbeda dari indeks kesiapan. Kesiapan satu angka per bidang; potensi satu angka per jenis pemanfaatan.
- V1Luas lahanBerkas Kemenag / survei
- V2Akses jalanSurvei lapangan
- V3Kepadatan pendudukBPS tingkat desa (belum tersambung)
- V4Jarak fasilitas sejenisSurvei + POI peta
- V5Kesesuaian RTRWRTRW daerah (belum tersambung)
- V6Utilitas tersediaSurvei lapangan
| Jenis | V1 | V2 | V3 | V4 | V5 | V6 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Pendidikan | 20 | 20 | 25 | 20 | 10 | 5 |
| Kesehatan | 15 | 25 | 25 | 20 | 10 | 5 |
| Pertanian | 35 | 10 | 5 | 5 | 30 | 15 |
| Peternakan | 30 | 15 | 5 | 10 | 30 | 10 |
| Perkebunan | 40 | 10 | 5 | 5 | 30 | 10 |
| UMKM | 10 | 25 | 30 | 15 | 10 | 10 |
| Perdagangan | 15 | 30 | 30 | 10 | 10 | 5 |
| Pariwisata | 25 | 20 | 10 | 20 | 20 | 5 |
| Hunian | 20 | 20 | 20 | 15 | 20 | 5 |
| Pesantren | 30 | 15 | 15 | 20 | 15 | 5 |
| Energi | 30 | 15 | 5 | 5 | 30 | 15 |
Skor di bawah 40 tidak ditampilkan sama sekali. Daftar panjang berisi pilihan buruk hanya bikin bingung. Dan bidang yang belum disurvei tidak diberi skor apa pun — statusnya “belum dapat dinilai”, yang artinya berbeda dari “sudah dinilai, hasilnya rendah”.
Batasan yang Harus Disebut
Empat hal yang tidak boleh disembunyikan dari siapa pun yang memakai angka ini.
Angka-angka di halaman ini adalah usulan penyusun sistem, bukan hasil kesepakatan Kemenag atau BWI. Perlu lokakarya metodologi bersama ahli wakaf dan perencana wilayah sebelum dipakai untuk keputusan.
Kepadatan penduduk tingkat desa, jarak ke fasilitas sejenis, dan kesesuaian RTRW belum tersambung ke sumber resmi. Sampai tersambung, komponen itu dihitung sebagai 'tanpa data' — bernilai nol, bukan diberi nilai tengah.
Ini disengaja. Memasukkan ZNT atau NJOP ke dalam skor akan mengubah alat perencanaan jadi alat spekulasi, dan itu bertentangan dengan sifat wakaf. Nilai tanah boleh ditampilkan terpisah, tidak masuk skor.
Ini batasan paling serius. Banyak wakaf punya ikrar yang mengikat peruntukannya. Skor potensi tinggi untuk perdagangan tidak berarti apa-apa kalau ikrarnya menyebut pesantren. Sistem menandai bidang yang ikrarnya membatasi, tetapi pengalihan peruntukan (istibdal) punya aturan syariah dan hukumnya sendiri — dan itu bukan wewenang sistem ini.
- 1Lokakarya metodologi — Bersama Kemenag, BWI, ahli wakaf, dan perencana wilayah → bobot disepakati
- 2Uji retrospektif — Diuji pada aset wakaf produktif yang sudah berjalan — apakah skor tinggi memang berkorelasi dengan keberhasilan
- 3Sambungkan sumber resmi — BPS, RTRW daerah, POI → derajat keyakinan naik ke Tinggi
- 4Tinjauan berkala — Tiap tahun, menyesuaikan kebijakan yang berlaku
Sampai tahap 1 selesai, setiap skor di aplikasi membawa keterangan “Bobot indikatif, belum disahkan secara metodologis.”
Pertanyaan soal angka? Lihat juga dari mana data mentahnya berasal