Kinerja Sertifikasi
Laju sertifikasi tanah wakaf, sisa pekerjaannya, dan berapa lama lagi tuntas dengan laju sekarang.
untuk menuntaskan 215.830 bidang yang belum bersertifikat. Itu 26 triwulan berturut-turut tanpa penurunan laju.
Dihitung dari sisa menurut BWI (Agustus 2026) dibagi rata-rata 6 triwulan terakhir. Bukan proyeksi resmi Kemenag.
Tren per Triwulan
Garis putus emas = rata-rata. Batang pekat = di atas rata-rata. Sumber: TW I–III 2025 dari Kemenag; triwulan berikutnya proyeksi ilustratif
| Periode | Bidang | Perubahan | Kumulatif | vs rata-rata |
|---|---|---|---|---|
| TW I 2025 | 6.820 | — | 6.820 | -1.778 |
| TW II 2025 | 5.563 | -18.4% | 12.383 | -3.035 |
| TW III 2025 | 10.022 | +80.2% | 22.405 | +1.424 |
| TW IV 2025 | 9.140 | -8.8% | 31.545 | +542 |
| TW I 2026 | 8.760 | -4.2% | 40.305 | +162 |
| TW II 2026 | 11.280 | +28.8% | 51.585 | +2.682 |
Apa yang Perlu Berubah
Selisih antara laju sekarang dan laju yang dibutuhkan untuk tuntas dalam 5 tahun.
Laju terbaik yang pernah dicapai adalah 11.280 bidang dalam satu triwulan. Kalau laju itu bisa dipertahankan — bukan dicapai sekali — sisanya tuntas dalam 4,8 tahun, bukan 6,3 tahun. Selisih 1,5 tahun itu setara puluhan ribu bidang yang lebih cepat punya kepastian hukum.
Batasan. Proyeksi ini linear — mengandaikan laju tetap. Kenyataannya sertifikasi cenderung melambat di ujung, karena bidang yang tersisa biasanya justru yang paling rumit: nazhirnya tidak jelas, dokumennya hilang, atau ada sengketa. Angka di atas adalah batas optimistis, bukan perkiraan tengah.