BUMI WAKAF

Integrasi BPN

Rencana penyambungan dengan Bhumi ATR/BPN — dengan pemisahan tegas antara yang sudah terbukti jalan dan yang masih perlu izin.

SIWAK
Sistem Informasi Wakaf
Kemenag — Ditjen Bimas Islam
Bhumi
Geoportal Pertanahan ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN
BWI
Badan Wakaf Indonesia
Lembaga negara
Posisi BUMI WAKAF

BUMI WAKAF bukan pengganti SIWAK dan bukan pengganti sertifikat BPN. Ia lapisan spasial dan analitik di atas keduanya. Sistem ini tidak menerbitkan hak, tidak menentukan hak, dan tidak pernah menulis langsung ke catatan pertanahan — sistem yang bisa mengubah catatan hak tanah secara otomatis adalah gagasan buruk.

Tahap 1 — Sudah Jalan

Bukan mockup. Tombol di bawah benar-benar memanggil bhumi.atrbpn.go.id.

Coba langsungBenar-benar memanggil Bhumi

Tempel tautan Bhumi ATR/BPN apa pun — bentuk shortlink maupun /peta lengkap. Sistem membaca header location dari balasan HTTP 307 dan menarik koordinatnya. Tidak ada kunci API, tidak ada MoU.

Tautan asli dari berkas Kemenag — klik untuk mencoba

Kunci Padanan: Nomor Hak 14 Digit

Polanya dibongkar dari berkas sumber dan terbukti konsisten di seluruh 13 baris — tanpa satu pun tabrakan kode.

Contoh dari berkas asli
2807
Kantah
14
Kec.
09
Desa
8
Hak
00014
No. urut
Kantah
Kantah Kota Tangerang Selatan
Kec.
Ciputat
Desa
Cipayung
Hak
Hak Wakaf
Digit ke-9 bernilai 8 — terverifikasi sebagai Hak Wakaf
Kenapa ini penting

Empat segmen pertama sudah cukup menyempitkan pencarian di sisi BPN ke satu kelurahan. Itu membuat padanan jadi murah — bukan pencarian menyeluruh atas jutaan bidang.

Digit ke-9 adalah kode jenis hak. Nilai 8 berarti Hak Wakaf. Sistem ini hanya boleh menarik bidang berkode 8 — tidak menyentuh hak milik perorangan sama sekali.

Terbukti konsisten
05Serpong
14Ciputat
15Pondok Aren
19Pamulang
34Ciputat Timur
36Setu

Peta Jalan Tiga Tahap

Tahap 2 dan 3 disebut sebagai rencana, bukan janji.

1
Resolver tautan BhumiTerbukti jalan hari ini

Tautan pendek Bhumi membalas HTTP 307 dengan header location yang memuat latitude, longitude, dan bbox. Cukup tidak mengikuti redirect, lalu baca headernya.

Tidak butuh izin apa pun
  • Titik koordinat bidang
  • Bbox untuk zoom awal
  • Tautan balik ke peta Bhumi
2
Tarik data bidangButuh PKS

Menarik polygon bidang, NIB, status hak, dan luas resmi. Yang paling bernilai bukan petanya — tapi kemampuan membandingkan luas menurut Kemenag dengan luas menurut BPN.

Perjanjian Kerja Sama Kemenag ⟷ ATR/BPN
  • Polygon batas bidang
  • Nomor Identifikasi Bidang Tanah
  • Luas resmi BPN
  • Laporan selisih luas
3
Sinkronisasi dua arahButuh kebijakan

Data hasil survei yang sudah diverifikasi dikirim balik untuk memperkaya SIWAK dan basis data BPN — sebagai usulan pemutakhiran yang harus disetujui manusia, bukan tulisan langsung.

Kesepakatan wali data antar-kementerian
  • Koordinat lapangan
  • Foto bergeotag
  • Laporan selisih luas
  • Indikasi sengketa

Kenapa Satu Peta Terpadu Perlu Ada

Tiga sumber resmi, tiga angka berbeda. Ditampilkan apa adanya — bukan untuk mempermalukan siapa pun.

SumberLokasi / bidangLuasCatatanPer
BWI SuperApps435.768 lokasi277.203 HaSeluruh lokasi terdata · 366.595 sertifikat terbit2026
Kemenag287.162 bidang27.610 HaHanya bidang yang sudah bersertifikatApril 2026
SIWAK (tabel publik)00,00 HaTabel mengembalikan nol dan nan% saat diperiksa24 Sep 2026

Selisih 277.203 Ha vs 27.610 Ha bukan salah ketik — itu beda definisi (seluruh lokasi terdata vs bidang yang sudah bersertifikat) dan beda tanggal potong. Masalahnya: tidak ada satu tempat pun yang menjelaskan selisih itu kepada orang yang membutuhkannya.

Empat Aturan Menampilkan Data BPN

1
Selalu sebut sumber & tanggal ambil

Tiap bidang data dari BPN membawa label “Sumber: Bhumi ATR/BPN · diambil 24 Sep 2026”.

2
Jangan sajikan data BPN sebagai milik sendiri

Atribusi ATR/BPN melekat di kartu yang memuat datanya.

3
Jangan simpan hak milik perorangan

Hanya bidang berjenis Hak Wakaf — digit ke-9 bernilai 8.

4
Kalau berbeda, tampilkan keduanya

Jangan diam-diam memilih salah satu. Selisih itu informasi, bukan galat.

Catatan kehati-hatian

Tahap 1 memakai perilaku publik biasa dari layanan publik — mengikuti redirect, seperti yang dilakukan peramban mana pun. Tetap saja, saat masuk produksi sebaiknya diberitahukan ke ATR/BPN sebagai bagian dari PKS. Bukan karena wajib, tapi karena itu cara yang benar.

Berkas sumber demo ini

DATA 1.xlsx, sheet 5000-2 ha 13 baris. Kolom “Titik Koordinat” di dalamnya ternyata berisi tautan Bhumi, bukan lat/long. Dari 13 baris, hanya 4 yang punya tautan — dan keempatnya berhasil di-resolve.

4 dari 4 tautan berhasil