Peta Sebaran Nasional
Turuni petanya: klik provinsi untuk membuka kabupaten/kotanya, lalu klik kabupaten untuk masuk lebih dalam. Tabel di bawah ikut berganti mengikuti wilayah yang sedang dibuka.
Hanya 3 provinsi dari 38 sudah menampung 52,9% seluruh lokasi tanah wakaf. Artinya pendampingan yang terfokus di segelintir provinsi bisa menggerakkan angka nasional jauh lebih cepat daripada program yang disebar merata.
Klik bidang provinsi untuk membuka kabupaten/kotanya. Warna bidang mengikuti jumlah lokasi.
Bidang warna mudah dikenali, tapi luas wilayahnya menipu — Papua tergambar raksasa padahal lokasinya paling sedikit. Titik nilai mengoreksi itu; yang sebanding dengan nilai adalah luas lingkarannya, bukan jari-jarinya.
Kurva Lorenz — cara baku mengukur ketimpangan. Makin jauh kurvanya melengkung di bawah garis putus, makin terkumpul wakaf di segelintir provinsi.
sama rata · 1 = terkumpul
di satu provinsi
Separuh provinsi dengan lokasi paling sedikit hanya menampung 6,8% seluruh lokasi wakaf, sementara satu provinsi terbesar sendirian memegang 20,5%.
Batasan. Enam provinsi bersumber resmi justru yang terbesar, sementara 32 sisanya diproporsikan. Angka ini menggambarkan sebaran menurut data yang ada, bukan ketimpangan sebenarnya. Dasar: 38 provinsi · dihitung dari jumlah lokasi terdata.
Seluruh Provinsi
Bisa diurutkan, disaring per kolom, dan diekspor. Klik baris untuk membukanya di peta.
Cara membaca halaman ini. Enam provinsi teratas angkanya bersumber langsung dari BWI SuperApps. Sisanya diproporsikan agar totalnya mendekati angka nasional — ditandai “proporsional” di tabel dan bergaris pemisah putus-putus di peta. Begitu data per provinsi tersedia resmi, halaman ini langsung menampilkan yang sebenarnya tanpa perubahan kode.
Tingkat kabupaten/kota. Tidak ada satu pun sumber resmi yang menerbitkan jumlah lokasi wakaf per kabupaten. Yang ditampilkan adalah pembagian angka provinsi menurut pangsa luas wilayah — aturan yang sengaja dipilih paling sederhana supaya bisa diperiksa, bukan yang paling meyakinkan. Kenyataannya lokasi wakaf mengikuti sebaran penduduk, jadi kota padat pasti terlalu rendah di sini dan kabupaten luas berpenduduk jarang pasti terlalu tinggi. Seluruh barisnya bertanda perkiraan.
Soal batas wilayah. Batas provinsi dan kabupaten/kota berasal dari data terbuka geojson-indonesia, disederhanakan dan dilipat ke dalam aplikasi. Batas kabupaten diambil per provinsi hanya saat provinsi itu dibuka. Ketelitiannya cukup untuk peta sebaran dan bukan rujukan batas wilayah sebenarnya. Sumber terbuka itu masih memuat 34 provinsi sementara Indonesia kini 38 — empat provinsi pemekaran Papua 2022 belum berbatas, jadi bidang warnanya menyatu dengan provinsi induk dan provinsi itu ditampilkan sebagai titik emas tersendiri. Angkanya tidak pernah digabung.